Rabu, 05 Oktober 2016

Let Them Be The Losers

Jangan percaya kalau dibilang tidak ada. 
Jangan menurut saat dinilai tak mampu. 
Percuma selalu menuntut, 
ketika jawaban yang didapat selalu sama. 

Satu titik stagnan tanpa arah ke depan. 
Saat itu harus mulai mencari lagi. Mencari arah. 
Menemukan sendiri jawaban, dari banyak pertanyaan.

Jangan mengharap janji untuk selalu ditepati. 
Manusia bukanlah Malaikat yang selalu menjaga kata-kata. 
Layak dipercaya. Bukan pula Nabi yang setiap ucapannya patut dipatuhi dan diyakini.

Jangan berhenti. 
Selama ada keyakinan, lakukan yang diperlukan. 
Berbuat yang harus diperbuat. 
Tunjukkan pada yang mendusta, bukan mereka yang paling hebat. 
Bukan omong kosong mereka yang mampu menjatuhkan. 

Selalu berdiri dan bangkit lagi. 
Biar mereka yang kelak jadi pecundang.

Selasa, 04 Oktober 2016

Kembali

Berdansa dengan Sang Dewi.
Berdendang bersama lagu kematian.
Mengalun dalam kata-kata manis penuh racun.


Senyum manis indah berbisa.
Membuai mesra memeluk erat.
Tak melepas walau sekejap mata.

Sekali bergenggam tak akan terberai.
Dalam kebersamaan menghitung setiap tarikan nafas.


Bagai bara api yang memadam.
Makin temaram menjadi sekam.
Perlahan dan pasti mati.
Hilang dan terbang bersama angin.

Tak akan kembali.

Tak perlu dicari.
Saat raga tak lagi berjiwa.
Saat kisah hidup berganti cerita.

Bukan dengan tawa.
Tidak lagi penuh canda.

Saat bermain dan bersuka telah usai.
Berganti kini bersemayam dalam kelam.

Hitam sudah hari kini berganti.

Saat Sang Dewi tak lagi disini.
Dia telah mendapat yang dicari.
Sebuah kehidupan telah direngkuhnya.

Sampai nanti Ia kembali lagi.

KOSONG

Kebodohan tidak melihat berapa banyak harta yang dimiliki. 
Ketololan tak hanya mengikuti kedunguan. 
Keras kepala dan enggan untuk tau. 
Menolak untuk benar dan membenarkan kesalahan. 

Tak peduli orang kaya sekalipun. 
Tak berarti mereka cerdas. Tidak juga.

Keengganan untuk menyadari kesalahan bagaikan kerak dalam kepala yang kosong. 
Jangankan niat untuk memperbaiki diri. 
Untuk mengakui kesalahan saja tidak mungkin. 

Bersikukuh. 
Bertahan untuk sesuatu yang ngawur. 
Memelihara kebodohan hanya karena menuruti kemalasan.


Jenius.

TRUST

Percaya sama orang lain, dengan mudahnya mendatangkan kekecewaan. Saat kata-kata yang terucap tak diikuti dengan bukti dari janji-janji. 

Berkata adalah semudah membalikkan telapak tangan. 
Berkomitmen membutuhkan kesadaran. 
Hati dan pikiran. 
Logika diatas kepentingan pribadi. 
Saling menghargai.

Mengharap kejujuran dan totalitas, memimpikan keadilan dalam menjalankan kewajiban dan menuntut hak. 

Saat ideal adalah ketika memberi dan menerima terjadi dalam keseimbangan bersosialisasi. Mawas diri. 
Bukan merasa lebih diatas yang lain, dan mendominasi. 

Egois.
Ketika satu pihak ingin menang sendiri. 
Tanpa ada tenggang rasa dan saling menghormati, 
maka segala cara adalah dihalalkan. 
Dimungkinkan untuk menggunakan tipu daya. 

Menarik kepercayaan dari orang lain, 
hanya untuk kemudian dihancurkan. 
Setelah keuntungan diraih. Dan kemenangan ada di tangan.

Lebih baik percaya sama diri sendiri. 
Tidak menggantungkan keyakinan dan harapan di tangan orang lain. 

Berharap akan keajaiban suatu hubungan yang saling menguntungkan, yang langgeng dan harmonis. 

Omong kosong. Berhati-hati dan buka mata. 
Insting dan nalar. Daripada hancur kemudian.

Berbalut Senyum

Senyum di wajah menyembunyikan bengis di hati. 
Tutur sikap keramahan menutupi kosongnya jiwa. 
Yang sesungguhnya dingin tanpa kehangatan. 
Beku tak berperasaan.

Menjabat erat tangan laksana kawan. 
Merangkul dalam kekerabatan tingkah laku. 
Menjamu dan bersantap bersama. 
Tak ada curiga, semua bahagia. 

Tertawa lepas. Semua terlena.
Termabuk hanyut dalam persahabatan. 
Terjunjung puji dan janji perdamaian. 
Sehati dan selamanya. Mereka percaya. 

Sekejap, sang pemangsa membuka topengnya. 
Menyingkap jubah bertahta berlian. 
Menghunus pedang bermata dua. 
Dan terjadilah. Tak dinyana. Tak disangka. 
Tak terhindarkan.

Sesaat berlalu. Hening. Sepi. Tak ada lagi pesta pora. 
Riang canda antara mereka dan dia. 
Dalam aroma kegetiran dan anyir yang menyeruak,  
yang ada kini hanya dia. 

Dia seorang, dengan pedang di tangan dan seringai tersungging di wajahnya. 
Saat semua membeku, dia yang terakhir tertawa.
Kemenangan.

Just Be You !!!

Terlalu banyak yang mau jadi pahlawan super di bumi ini. 
Tanpa ada yang mau jadi penjahatnya.

Pahlawan super dan penjahat sama-sama bersembunyi di balik topeng.

Topeng pahlawan super keren berwarna. 
Topeng penjahat kumuh dan seadanya. Sama-sama topeng.

Jadi kalau sama-sama bertopeng. 
Kenapa harus ingin jadi baik dan indah dilihat. 
Kenapa gak apa adanya, walau gak sedap dipandang.

Hay There, I'm Back

Piye Kabare, Semuanya!!! 

Sudah lama tak bersua,

Well, sebenarnya banyak tulisan (buah karya) #ceileh yang pengen gue sharing, termasuk tentang lamanya gue jd pengangguran #hampir 6 bulan BROOOOO, terus tentang untuk pertama kalinya gue ngegembel ke negeri orang! #wow , terus juga moment special my sist from another mom merried yyeeeeay (terus gue kapan? #langsunggalau wkwkwk dan juga gue mulai ngekost, yoi jadi anak kost'an fix gue akan konsisten makan mie instant LOL, tapi gue mulai skrg berniat mau aktif ngeblog lagi, Insha Allah pengennya tiap hari minimal 3 kali postingan ( biar pada gumoh)…

gue mau bikin ramdom post - anything, everything yang pasti bukan post ayu t*ng t*ng

ga usah banyak - banyaklah ya, yang penting hari ini ada postingan..

see yaaaaa....