Kebodohan tidak melihat berapa banyak harta yang dimiliki.
Ketololan tak hanya mengikuti kedunguan.
Keras kepala dan enggan untuk tau.
Menolak untuk benar dan membenarkan kesalahan.
Tak peduli orang kaya sekalipun.
Tak berarti mereka cerdas. Tidak juga.
Keengganan untuk menyadari kesalahan bagaikan kerak dalam kepala yang kosong.
Jangankan niat untuk memperbaiki diri.
Untuk mengakui kesalahan saja tidak mungkin.
Bersikukuh.
Bertahan untuk sesuatu yang ngawur.
Memelihara kebodohan hanya karena menuruti kemalasan.
Jenius.
Selasa, 04 Oktober 2016
TRUST
Percaya sama orang lain, dengan mudahnya mendatangkan kekecewaan. Saat kata-kata yang terucap tak diikuti dengan bukti dari janji-janji.
Berkata adalah semudah membalikkan telapak tangan.
Berkomitmen membutuhkan kesadaran.
Hati dan pikiran.
Logika diatas kepentingan pribadi.
Saling menghargai.
Mengharap kejujuran dan totalitas, memimpikan keadilan dalam menjalankan kewajiban dan menuntut hak.
Saat ideal adalah ketika memberi dan menerima terjadi dalam keseimbangan bersosialisasi. Mawas diri.
Bukan merasa lebih diatas yang lain, dan mendominasi.
Egois.
Ketika satu pihak ingin menang sendiri.
Tanpa ada tenggang rasa dan saling menghormati,
maka segala cara adalah dihalalkan.
Dimungkinkan untuk menggunakan tipu daya.
Menarik kepercayaan dari orang lain,
hanya untuk kemudian dihancurkan.
Setelah keuntungan diraih. Dan kemenangan ada di tangan.
Lebih baik percaya sama diri sendiri.
Tidak menggantungkan keyakinan dan harapan di tangan orang lain.
Berharap akan keajaiban suatu hubungan yang saling menguntungkan, yang langgeng dan harmonis.
Omong kosong. Berhati-hati dan buka mata.
Insting dan nalar. Daripada hancur kemudian.
Berbalut Senyum
Senyum di wajah menyembunyikan bengis di hati.
Tutur sikap keramahan menutupi kosongnya jiwa.
Yang sesungguhnya dingin tanpa kehangatan.
Beku tak berperasaan.
Menjabat erat tangan laksana kawan.
Merangkul dalam kekerabatan tingkah laku.
Menjamu dan bersantap bersama.
Tak ada curiga, semua bahagia.
Tertawa lepas. Semua terlena.
Termabuk hanyut dalam persahabatan.
Terjunjung puji dan janji perdamaian.
Sehati dan selamanya. Mereka percaya.
Sekejap, sang pemangsa membuka topengnya.
Menyingkap jubah bertahta berlian.
Menghunus pedang bermata dua.
Dan terjadilah. Tak dinyana. Tak disangka.
Tak terhindarkan.
Sesaat berlalu. Hening. Sepi. Tak ada lagi pesta pora.
Riang canda antara mereka dan dia.
Dalam aroma kegetiran dan anyir yang menyeruak,
yang ada kini hanya dia.
Dia seorang, dengan pedang di tangan dan seringai tersungging di wajahnya.
Saat semua membeku, dia yang terakhir tertawa.
Kemenangan.
Tutur sikap keramahan menutupi kosongnya jiwa.
Yang sesungguhnya dingin tanpa kehangatan.
Beku tak berperasaan.
Menjabat erat tangan laksana kawan.
Merangkul dalam kekerabatan tingkah laku.
Menjamu dan bersantap bersama.
Tak ada curiga, semua bahagia.
Tertawa lepas. Semua terlena.
Termabuk hanyut dalam persahabatan.
Terjunjung puji dan janji perdamaian.
Sehati dan selamanya. Mereka percaya.
Sekejap, sang pemangsa membuka topengnya.
Menyingkap jubah bertahta berlian.
Menghunus pedang bermata dua.
Dan terjadilah. Tak dinyana. Tak disangka.
Tak terhindarkan.
Sesaat berlalu. Hening. Sepi. Tak ada lagi pesta pora.
Riang canda antara mereka dan dia.
Dalam aroma kegetiran dan anyir yang menyeruak,
yang ada kini hanya dia.
Dia seorang, dengan pedang di tangan dan seringai tersungging di wajahnya.
Saat semua membeku, dia yang terakhir tertawa.
Kemenangan.
Just Be You !!!
Terlalu banyak yang mau jadi pahlawan super di bumi ini.
Tanpa ada yang mau jadi penjahatnya.
Pahlawan super dan penjahat sama-sama bersembunyi di balik topeng.
Topeng pahlawan super keren berwarna.
Topeng penjahat kumuh dan seadanya. Sama-sama topeng.
Jadi kalau sama-sama bertopeng.
Kenapa harus ingin jadi baik dan indah dilihat.
Kenapa gak apa adanya, walau gak sedap dipandang.
Tanpa ada yang mau jadi penjahatnya.
Pahlawan super dan penjahat sama-sama bersembunyi di balik topeng.
Topeng pahlawan super keren berwarna.
Topeng penjahat kumuh dan seadanya. Sama-sama topeng.
Jadi kalau sama-sama bertopeng.
Kenapa harus ingin jadi baik dan indah dilihat.
Kenapa gak apa adanya, walau gak sedap dipandang.
Hay There, I'm Back
Piye Kabare, Semuanya!!!
Sudah lama tak bersua,
Well, sebenarnya banyak tulisan (buah karya) #ceileh yang pengen gue sharing, termasuk tentang lamanya gue jd pengangguran #hampir 6 bulan BROOOOO, terus tentang untuk pertama kalinya gue ngegembel ke negeri orang! #wow , terus juga moment special my sist from another mom merried yyeeeeay (terus gue kapan? #langsunggalau wkwkwk dan juga gue mulai ngekost, yoi jadi anak kost'an fix gue akan konsisten makan mie instant LOL, tapi gue mulai skrg berniat mau aktif ngeblog lagi, Insha Allah pengennya tiap hari minimal 3 kali postingan ( biar pada gumoh)…
gue mau bikin ramdom post - anything, everything yang pasti bukan post ayu t*ng t*ng
ga usah banyak - banyaklah ya, yang penting hari ini ada postingan..
see yaaaaa....
Sabtu, 22 Juni 2013
Whispering Soul
Dalam sendiri tak harus sepi.
Kesunyian bukan kehampaan tak bermakna.
Kosong bukan sekedar ruang tanpa isi.
Kegelapan tidak untuk dihindari.
Kesunyian bukan kehampaan tak bermakna.
Kosong bukan sekedar ruang tanpa isi.
Kegelapan tidak untuk dihindari.
Tak melulu selalu bersama.
Hanya untuk mendengar suara-suara.
Hanya untuk mendengar suara-suara.
Dalam hening hati yang berbicara. Lantang.
Menyentuh relung kesadaran yang terdalam.
Dialog dengan jiwa.
Saat pikiran terlalu lelah, Mencerna setiap kata dari banyak manusia.
Semua bersuara.
Beradu.
Seakan mencampuri setiap nalar pribadi.
Diri butuh sendiri.
Seakan mencampuri setiap nalar pribadi.
Diri butuh sendiri.
Senin, 15 April 2013
Biarkanlah Beda
Jangan menumpahkan darah jika tak siap menyerahkan jiwa.
Tak perlu memulai pertempuran kalau tak siap terluka.
Jatuh dan mati sekalipun.
Berdiri di satu sisi.
Bertahan dengan keyakinan yang diyakini.
Kebenaran yang dipertahankan,
walau entah kebenaran hakiki atau
hanya ambisi ingin menang sendiri.
Berseberangan dengan lawan.
Mungkin dulunya kawan yang
kini tak lagi seiya sekata.
Beda pemahaman, beda kemauan.
Masing-masing semaunya sendiri.
Tak perlu otak, tak butuh hati.
Manusia hanyalah sekumpulan
jiwa dan raga yang saling berbeda.
Tak perlu semua menjadi sama.
Tidak harus semuanya menjadi satu dalam kata.
Menyamakan sikap dan laku hanya untuk saling menipu.
Hadapi saja yang namanya perbedaan.
Jalani yang diyakini sebagai kebenaran
tanpa perlu memaksakan.
Menjatuhkan karena merasa yang
paling hebat dan tak terbantahkan.
Ingat saja kawan,
manusia punya nyawa yang menghidupi.
Bukan ego dan kesombongan yang
menjalankan raga yang congkak.
Menyuarakan kata-kata lantang dari lidah tak bertulang.
Dan kapanpun kawan, nyawa itu bisa hilang.
Meninggalkan tubuh yang meregang sia-sia di ujung pedang
mereka yang bangkit melawan.
mereka yang bangkit melawan.
Langganan:
Postingan (Atom)