Selasa, 04 Oktober 2016

Berbalut Senyum

Senyum di wajah menyembunyikan bengis di hati. 
Tutur sikap keramahan menutupi kosongnya jiwa. 
Yang sesungguhnya dingin tanpa kehangatan. 
Beku tak berperasaan.

Menjabat erat tangan laksana kawan. 
Merangkul dalam kekerabatan tingkah laku. 
Menjamu dan bersantap bersama. 
Tak ada curiga, semua bahagia. 

Tertawa lepas. Semua terlena.
Termabuk hanyut dalam persahabatan. 
Terjunjung puji dan janji perdamaian. 
Sehati dan selamanya. Mereka percaya. 

Sekejap, sang pemangsa membuka topengnya. 
Menyingkap jubah bertahta berlian. 
Menghunus pedang bermata dua. 
Dan terjadilah. Tak dinyana. Tak disangka. 
Tak terhindarkan.

Sesaat berlalu. Hening. Sepi. Tak ada lagi pesta pora. 
Riang canda antara mereka dan dia. 
Dalam aroma kegetiran dan anyir yang menyeruak,  
yang ada kini hanya dia. 

Dia seorang, dengan pedang di tangan dan seringai tersungging di wajahnya. 
Saat semua membeku, dia yang terakhir tertawa.
Kemenangan.

Just Be You !!!

Terlalu banyak yang mau jadi pahlawan super di bumi ini. 
Tanpa ada yang mau jadi penjahatnya.

Pahlawan super dan penjahat sama-sama bersembunyi di balik topeng.

Topeng pahlawan super keren berwarna. 
Topeng penjahat kumuh dan seadanya. Sama-sama topeng.

Jadi kalau sama-sama bertopeng. 
Kenapa harus ingin jadi baik dan indah dilihat. 
Kenapa gak apa adanya, walau gak sedap dipandang.

Hay There, I'm Back

Piye Kabare, Semuanya!!! 

Sudah lama tak bersua,

Well, sebenarnya banyak tulisan (buah karya) #ceileh yang pengen gue sharing, termasuk tentang lamanya gue jd pengangguran #hampir 6 bulan BROOOOO, terus tentang untuk pertama kalinya gue ngegembel ke negeri orang! #wow , terus juga moment special my sist from another mom merried yyeeeeay (terus gue kapan? #langsunggalau wkwkwk dan juga gue mulai ngekost, yoi jadi anak kost'an fix gue akan konsisten makan mie instant LOL, tapi gue mulai skrg berniat mau aktif ngeblog lagi, Insha Allah pengennya tiap hari minimal 3 kali postingan ( biar pada gumoh)…

gue mau bikin ramdom post - anything, everything yang pasti bukan post ayu t*ng t*ng

ga usah banyak - banyaklah ya, yang penting hari ini ada postingan..

see yaaaaa.... 

Sabtu, 22 Juni 2013

Whispering Soul

Dalam sendiri tak harus sepi.
Kesunyian bukan kehampaan tak bermakna.
Kosong bukan sekedar ruang tanpa isi.
Kegelapan tidak untuk dihindari.

Tak melulu selalu bersama.
Hanya untuk mendengar suara-suara.

Dalam hening hati yang berbicara. 
Lantang.
Menyentuh relung kesadaran yang terdalam.

Dialog dengan jiwa.
Saat pikiran terlalu lelah, Mencerna setiap kata dari banyak manusia.

Semua bersuara. 
Beradu.
Seakan mencampuri setiap nalar pribadi.
Diri butuh sendiri.

Senin, 15 April 2013

Biarkanlah Beda


Jangan menumpahkan darah jika tak siap menyerahkan jiwa. 
Tak perlu memulai pertempuran kalau tak siap terluka. 
Jatuh dan mati sekalipun.

Berdiri di satu sisi. 
Bertahan dengan keyakinan yang diyakini. 
Kebenaran yang dipertahankan, 
walau entah kebenaran hakiki atau 
hanya ambisi ingin menang sendiri.

Berseberangan dengan lawan. 
Mungkin dulunya kawan yang 
kini tak lagi seiya sekata. 
Beda pemahaman, beda kemauan. 
Masing-masing semaunya sendiri. 
Tak perlu otak, tak butuh hati.

Manusia hanyalah sekumpulan 
jiwa dan raga yang saling berbeda. 
Tak perlu semua menjadi sama. 
Tidak harus semuanya menjadi satu dalam kata. 
Menyamakan sikap dan laku hanya untuk saling menipu.

Hadapi saja yang namanya perbedaan. 
Jalani yang diyakini sebagai kebenaran 
tanpa perlu memaksakan. 
Menjatuhkan karena merasa yang 
paling hebat dan tak terbantahkan.

Ingat saja kawan, 
manusia punya nyawa yang menghidupi. 
Bukan ego dan kesombongan yang 
menjalankan raga yang congkak. 
Menyuarakan kata-kata lantang dari lidah tak bertulang.

Dan kapanpun kawan, nyawa itu bisa hilang. 
Meninggalkan tubuh yang meregang sia-sia di ujung pedang
mereka yang bangkit melawan.

Respect


Sibuk bicara soal kualitas, perubahan, 
menjadi lebih baik dan segalanya. 
Berceramah tentang nilai dan tatanan yang katanya ideal. Memperbaiki yang dibilangnya rusak, 
mengubah yang dirasanya tak lagi patut ada.

Menilai adalah wajar, 
selama mau berkaca pada kelemahan diri sendiri. 
Pada realita yang nyata ada, 
Bukan merasa paling superior
lantas enggan melangkah bersama
yang dianggapnya tak pantas mendampingi. 

Tak layak untuk maju bersama hanya karena beda cara. 
Tendang saja karena dicap kacangan tak bernilai. 
Bagaikan sampah yang merusak indahnya ide-ide cantik jelita.

Kawan, 
ego adalah pembunuh intelektualitas. 
Sekalipun otak cemerlang tanpa cela, 
tapi tanpa hati dan 
etika saling menghargai sesama 
maka itu semua percuma belaka. 
Mungkin anda akan maju sendiri, 
meraih pengakuan yang dikejar-kejar selama ini. 
Berdiri di tempat yang dulu jadi mimpi. 

Mungkin saja.
Tapi buat sebagian mereka yang anda abaikan, 
anda kehilangan satu 
yang idealnya harus didapatkan 
setiap orang hebat di dunia ini atas pencapaiannya.
Rasa hormat.

Inhumanics


Sok kebarat-baratan, 
Bergaya mentereng, 
Bertopeng pencitraan 
Seolah maestro nomer wahid sumber segala maha karya. 
Percaya diri selangit 
Macam bintang paling terang seantero jagat raya.

Obral kata-kata, 
mengumbar janji surga dalam pasal-pasal 
Bertingkah macam profesional. 
Sekumpulan eksekutif 
Yang nyata-nyata asal-asalan,
Asal dibilang kompeten. Pret. Padahal ternyata impoten.

Gombal. 
Berkaca sebelum berkoar-koar berkarya. 

Jangan asal berbuat, 
kalau belum mampu menyelesaikan. 
Jangan menuntut hak ini itu, 
kalau kewajiban paling sederhana saja tidak mampu menjalankan.

Mau cari apa lagi sih, BOS? 
Hebat memang rasanya bertengger di atas kekuasaan. 
Persetan yang dibawah merengek-rengek yang harusnya didapatkan.

Hidup selamanya? Silahkan!!! 
Makan saja semuanya yang mau kalian makan, 
manusia-manusia tak berperasaan. 
Semoga kalian senang.